Sabtu, 28 April 2012

Tugas IBD Bab VII Manusia Dan Keadilan



BAB VII
1.     Manusia dan Keadilan

A.    Pengertian Keadilan  
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia susunan,kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak ataupun tidak sewenang-wenang,sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak.
Keadilan sosial
·         Berbagai macam keadilan
1)      Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya. (The Man Behind The Gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan Moral,sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
2)      Keadilan Distibutif 
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama (justice is done when equels are treated equally)
3)      Keadilan Komutatif  
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak  atau bahkan menghancurkan pertalian masyarakat.

B.     Kejujuran  
Kejujuran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ketulusan hati atau ketulusan hati,seorang dikatakan jujur apabila ia memiliki ketulusan hati. Hati yang tulus adalah perasaan yang ada pada diri seseorang.

C.     Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau,orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah,tamak,ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.

D.    Pemulihan Nama Baik  
Pemulihan nama baik berarti mengembalikan nama baik seseorang yang semula dinilai tidak baik,sehingga pada saat penilaian tersebut ditiadakan atau dicabut,orang tersebut akan memiliki nama baiknya kembali.

E.     Pembalasan  
Pembalasan berasal dari kata balas,artinya cara atau perbuatan yang bertujuan untuk memulangkan kembali apa yang pernah dikenakan kepadanya. Dalam kaitannya dengan keadilan,pembalasan dapat bersifat positif dan negatif. Yang positif cenderung ke aspek rohani,sedangkan yang negatif cenderung pada aspek-aspek jasmani.
Pembalasan yang sifatnya positif,wujudnya antara lain pujian,imbalan,penghargaan. Berbeda dengan pembalasan positif,pembalasan dalam arti negatif lebih terkenal sebagai hukuman. 

Tugas IBD Bab VI Manusia Dan Penderitaan


BAB VI
Manusia Dan Penderitaan


1.      Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari bahasa derita, derita berasal dari bahasa sangsekerta, dhra yang berati menahan atau menanggung. Menurut kamus umum besar bahasa indonesia susunan W.J.S. Poerwadharminta artinya menanggung(merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan.dengan demikian  penderitaan merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan. Penderitaan merupakan salah satu resiko dalam kehidupan yang telah digariskan oleh yang Maha kuasa,disamping kesenangan atau kebahagiaan yang diberikan kepada umatnya. Namun,semua itu diberikan bukan tanpa rencana. Tuhan menciptakan kedaan bahagia atau sedih,senang atau menderita,selalu ingat kepada-Nya dan tidak memalingkan diri dari-Nya,oleh karenanya lebih bersifat ujian. Namun Tuhan tidak pernah memberi ujian yang melebihi batas kemampuan manusia,itulah sebabnya pada umumnya sebelum memberikan penderitaan,Tuhan memberikan tanda atau wangsit untuk memperingati manusia. Hanya saja,mampukah manusia menagkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikan-Nya?

2. siksaan
Siksaan dapat diartikan siksaan badan atau jasmani, dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialam seseorang timbullah penderitaan. Dalam ilmu budaya dasar masalah siksaan diuraikan yang sifatnya psikis saja.
Berikut akan diberikan uraian tantang siksaan dalam beberapa wujudnya seperti :
a.       Kebimbangan
Keadaan tersebut akan berpengaruh tidak baik bagi orang yang lemah berfikirnya karna masalah kebimbangan akan lama dialami olehnya sehingga siksaan yang dirasakannya pun akan berkepanjangan.
b.      Kesepian
Kesepian dialami  oleh seseorang berupa rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya.
Seperti juga kebimbangan kesepian harus segera diatasi agar seseorang tidak terus menerus merasakan penderitaan batin.
c.       Ketakutan
Apabila rasa takut itu  dibesar-besarkan ,padahal tidak pada tempatnya maka disebut sebagai phobia. Ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walau lingkungannyaramai sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya  psikis.

3. Kekalutan Mental 
Secara sederhana,kekalutan mental dapat dirumuskan  sebagai  ganguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga seseorang yang bersangkutan bertingkah  secara kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental : Kepribadian lemah,Terjadi konflik sosial budaya ,Cara pematangan batin.  

4. Penderitaan dan perjuangan
Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin,bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Pembebasan dari penderitaan pada hakikatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan masyarakat sekitar,dengan waspada dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari malapetaka dan bahaya.

5. Penderitaan,media massa dan seniman
Dalam dunia modern kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar.Ditandai dengan kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan masyarakatlainnya membuat manusia menderita. Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.   

6.  Penderitaan dan sebab-sebabnya.
 Sebab-sebab timbulnya penderitaan dapat kita kelompokkan sebagai berikut : 
a)  Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Hal ini terjadi bagai mana manusia itu berhubungan dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar.
b) Penderitaanyang timbul karena penyakit,siksaan/azab Tuhan
Kesabaran,tawakal,dan optimisme adalah kunci menghadapinya.

7. Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif yaitu optimisme mengatasi penderitaan hidup dan negatif. Negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia. Apabila sikap ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca,penonton,maka para pembaca akan memberikan penilaiannya. Penilaiannya dapat berupa kemauan untuk merubah nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan.


Tugas IBD Bab V Manusia Dan Keindahan

BAB V
Manusia Dan keindahan
1.      Pengertian Keindahan
Keindahan atau estetika berasal dari kata yunani yang berati merasakan, to sense, atau to percieve. Pengalaman keindahan termasuk Padakedalam tingkat persepsi dalam pengalaman manusia, bersifat visual, terdengar dan tidak terbatas pada dua bidang tersebut. Keindahan dalam hubunganya dengan kedua macam indera  yaitu indera mata dan indera telinga dibedakan atas 3 macam yaitu:
a)      seni rupa merupakan kesenian yang dapat dinikmati melalui indera mata sehingga sifatnya visual. Wujudnya antara lain seni bangunan,seni relief,seni lukis,seni tari
b)      seni suara merupakan kesenian yang dapat dinikmati melaui indera telinga sehingga sifatnya audio. Wujudnya antara lain seni vokal,seni instrumental,dan seni sastra lisan.
c)      Seni pertunjukan adalah kesenian yang dapat dinikmati dengan indera mata dan telinga sekaligus sehingga sifatnya audiovisual. Wujudnya antara lain seni tari,seni drama,seni film.
2.      Perkembangan Kesenian
Dalam perkembangannya,kesenian dapat dibedakan berdasarkan atas waktu,lokasi atau tempat dan paham atau aliran.
a)      Perkembangan kesenian atas dasar waktu
Perkembangan kesenian atas dasar waktu pada umumnya dibedakan atas tiga zaman,yaitu zaman kuno,zaman tengah,dan zaman modern. Dalam hal ini pembatasan zaman untuk setiap bangsa tidak sama tergantung dari sejarahnya.            
1.      Zaman kuno
Yang memiliki sifat tradional cirinya meniru alam,adanya keselarasan yangbersifat statis,yaitu keselarasan dengan alam sebagai lingkungannya dan perkembanganya sangat lambat,Dan semboyan yang umumnya adalah I’art pour I’art,berarti seni untuk seni yang beratrti tidak boleh dikorbankan untuknkepentingan lain.
2.      Zaman tengah
Yang memiliki sifat sifat peralihan antara zaman kuno dan zaman modern,cirinya misalnya antara tiruan alam dan ciptaan manusia,antara statis dan dinamis,dan diantara seni untuk keperluan seni dan seni untuk keperluan manusia.
3.      Zaman modern
Yang memiliki sifatkontemporer cirinya merupakan ekspresimanusia,adanya semacam kejutan dinamik,semboyan yang umumnya adalah I’ art pour I’homme,artinya seni untuk manusia.
b)      Perkembangan kesenian atas dasar tempat atau lokal
Menurut tempatnya atau lokasinya perkembangan kesenian dibedakan satu kesenian dengan kesenian yang lain. Berikut ini 3 jenis perkembangan kesenian atas dasar  tempat dan lokasi:

1.      Kesenian rakyat
Kesenian rakyat yang merupakan seni tertua diIndonesia disebut sebagai seni tradisional.seni ini sifatnya masih asli sehingga disebut juga kesenian daerah. Kesenian ini memeliki beberap fungsi: untuk memberikan hiburan,keperluan suatu upacara adat,media pendidikan yang bersifat informal
2.      Kesenian keraton
Kesenian keratonmerupakan kesenian yg berkembang di keraton,istana raja.  Pendukungnya adalah raja dan bangsawan,bendoro dalam bahasa jawa. Contoh keseniannya dalam wujud tari misal tari bedoyo ketawang,tari srimpi,sedangkan dlm wujud teater wayang orang yang diceritakan kita Mahabharata atau Ramayana atau ketoprak. 
3.      Kesenian Kota
Merupakan kesenian yang berkembang dikota terutama setelah kota-kota di Indonesia menjadi pusat kegiatan perdagangan maupun pemerintahan.
   

3.      Renungan
Renungan merupakan hasil merenung . merenung adalah memikirkan sesuatu secara mendalam dengan diam.merenung merupakan proses berfikir manusia yang terjadi dalam otak. Dalam merenung diperlukan adanya objek yang dipikirkan yang kemudian diolah dalam otaknya dan akhirnya diperoleh hasil pemikiran yang diperoleh. Hasil pemikiran yang diperoleh disebut renungan. Dalam usaha manusia menciptakan karya seni,terdapat beberapa teori : teori pengungkapan,teori metafisika,teori psikologi.


4.  keserasian
Keserasian berasal dari kata rasi, yang berati cocok,sesuai, ataupun harmonis. Keserasian itu diukur dengan apa atau siapa. Itu sebabnya, dalam karya seni timbul juga penilaian yang objektif dan subjektif. Seperti telah dikemukakan bahwa seni memiliki nilai keindahan atau estetik. Menurut De With H. Parker dalam bukunya The Analysis of Art and The Principlesof Aesthetics,sebagai mana dikutip oleh Drs. Suyadi,MPd. (1985:24) dalam Ilmu Budaya Dasar,disebutkan bahwa ada 6 asas ciri-ciri bentuk seni,yaitu kesatuan bentuk,tema,variasi menurut tema,keseimbangan,perkembangan,dan tata jenjang.
                                                           








Selasa, 03 April 2012

tugas IBD Bab IV : Manusia Dan Cinta Kasih


BAB I
Manusia Dan Cinta Kasih
1.      Pengertian Cinta Kasih
Cinta kasih dapat diartikan sebagai  perasaan suka (sayang)  kepada  seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
2.Cinta menurut Ajaran Agama
“Atas  dasar inilah,agama memberikan ajaran cinta kepada manusia. Tidak kurang seorangnabi yang bernama Ibrahim mendapatkankritik tentang cinta. Suatu saat  Ibrahim mendambakan seorang anak.  Setelah lahir anakyang dicintainya (Ismail),ternyata cinta Ibrahim  kepada anaknya dapat menggeser cintanya kepada penciptanya sendiri sehingga Allah mencobanya dengan memerintahkan Ibrahim menyembelih anaknya. Perintah ini menumbuhkan konflik dalam diri Ibrahim,siapa yang  harus dicintaiinya,Allah atau anaknya”
Cuplikan peristiwa ini memberikan indikasi kepada kita bahwa cinta itu harus proposional dan adil,jangan lupa diri karena cinta. Untuk itu agama memberikan tuntunan tentang arti cinta.  
Cinta menurut ajaran agama diantaranya:
a)      Cinta Diri
kecenderungan  untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya,dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya.
b)      Cinta kepada sesama Manusia
Allah memerintahkan kepada manusia untuk saling mencintai diantara sesamanya.
c)      Cinta seksual
Cinta seksual merupakan bagian bagian dari kebutuhan manusia yang dapat melestarikan kasih sayang,keserasian dan kerjasama antara suami dan istri. Seks meupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
d)     Cinta kebapakan
Cinta  Bapak kepada anaknya karena iya merupakan sumber kesenangan dalam kegembiraan baginya,sumber kekuatan dan kebanggan,dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peranbapak dalahkehidupan,dan tetap terkenangnya ia setelah meninggal dunia.
e)      Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening,jernih,dan spritual ialah cintanya kepada Allah,dan kerinduan kepadanya.
f)       Cinta kepada Rasul (Muhammad)
Cinta kepada Rasul Muhammad adalah peringkat kedua setelah cintalkepada Allah hal ini disebabkan karena Rasul Muhammad bagi kaum muslimin merupakan contoh ideal yang sempurna sebagai manusia baik dalam tingkah laku,moral,mupun berbagai sifat luhur lainnya.
g)      Cinta kepada Ibu-Bapak (Orang Tua)
Cinta kepada Ibu-Bapak (Orang tua) dalam ajaran Islam  adalah cinta yang paling mendasar menentuka ridho tidaknya Tuhan kepada manusia.  

3. Kasih Sayang

Kasih sayang diartikan sebagai cinta,kasih,atau amat suka akan sesuatu. Dengan demikian,maka saya memperkuat rasakasih seseorang yang diwujudkan dalam tindakan yang nyata,dan semuanya bersumber dari rasa cinta.

4. Kemesraan

Kemesraan Atau keakraban yang dilandasi rasa cinta dapat muncul dalam sifat-sifat romantik,terutama tampak dalam wujud gerak atau tingkah laku yang sedang bermesraan.

5. Pemujaan

Pemujaan berasal dari kata puja menurut kamus besar bahasa indonesia karya W.J.S.Poerwadarminta,kata puja berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa-dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian ,pujaan dapat ditujukan kepada orang yang dicintai,pahlawan yang diagungkan,Dan Tuhan yang maha kuasa. Dalam pujaan,terkandung pengertian bukan sekedar dipuja tapi juga disucikan.

6.Belas Kasihan
Belas kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering diberi milik  kedalaman,kekuatan atau gairah . Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain.. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda.


7.Cinta Kasih Erotis
Kasih sayang yang bersumber dari cinta erotis (sifat membirahikan), memang merupakan sesuatu sifat yang ekslusif(khusus) sehingga sering memperdayakan cinta yang sebenarnya.